pk-vol-28-cover-facebook

PECHA KUCHA NIGHT JAKARTA Vol.28: “SALUT!” Serba – serbi Berbagai Jenis Minuman  

 

Berbicara tentang kuliner, porsi perhatian terbesar selalu ditujukan kepada makanan. Minuman, di sisi lain hanya dianggap sebagai pendamping ataupun sekedar penghilang dahaga. Padahal kehadirannya tidak pernah absen dari awal memulai hari, sebagai pelengkap cemilan manis ataupun penetralisir santapan berat.

Merasakan bahwa minuman juga memiliki peran penting dalam perkembangan industri kuliner, Pecha Kucha Night Jakarta di penghujung tahun 2016 mengangkat tema “SALUT!” yang menyoroti minuman sebagai suguhan utama dalam sebuah pembicaraan bertema kuliner.

Didedikasikan untuk para penikmat berbagai jenis minuman, Pecha Kucha Night Jakarta Vol.28 akan menampilkan sembilan pembicara yang ingin berbagi lebih dalam tentang ragam, proses pembuatan, dan cara menikmati berbagai jenis minuman.

pk-vol-28-poster

 

Kesembilan pembicara yang akan berbagi, adalah:

  1. Burgreens – Helga Angelina (minuman jus detoks)
  2. Tepian Farm – Dhila Baharuddin – (master brewer kombucha, minuman fermentasi alami)
  3. Burhan Abe – penikmat minuman Wine
  4. MILQ – Reza Kaharuddin (pembuat minuman susu kurma madu)
  5. Oza Teahouse – Oza (pemilik minuman teh premium)
  6. Beergembira – Ade Putri (pendiri komunitas pecinta bir)
  7. Kiki Moka – mixologist cocktail
  8. Anomali Coffee – Agam Abgari – pemilik coffee shop
  9. Suwe Ora Jamu – Nova Dewi – pengusaha minuman jamu

 

Kamis, 15 Desember 2016 | 19.00-21.30 WIB

Alamat kantor Bukalapak:

Plaza City View, Lt.1-2, Jalan Kemang Timur No.22, Pejaten Barat, Jakarta Selatan

Registrasi dibuka pukul 18.00 WIB

GRATIS dan terbuka untuk umum

Follow Twitter @pechakuchajkt atau bergabung dengan  Facebook Group Pecha Kucha Jakarta untuk info terbaru!

 

 

 

 

Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 27 | Better Together

“Kita bisa saja haha hihi sendirian saja di rumah, tapi apa asiknya? Mendingan haha – hihi sendirian atau, punya temen-temen buat haha hihi bersama?” – Aldo Khalid, Founder Order 66

Sebelas komunitas berbagi cerita dan pengalaman mereka di Pecha Kucha Vol. 27 yang diadakan pada tanggal 27 Oktober 2016. Di tengah maraknya komunitas online, kesebelas komunitas yang hadir malam itu memberikan sebuah ruang alternatif untuk berinteraksi langsung, suatu hal yang sangat penting terutama di kota besar seperti Jakarta. Dengan penuh semangat, seluruh komunitas ini berbagi cerita tentang kegiatan dan kesempatan untuk pengembangan diri.

Berikut adalah ringkasan dari presentasi di Pecha Kucha Night Vol. 27

  • Rindradana, founder dari Abuget, menceritakan tentang kesukaannya bermain game yang selalu dianggap remeh oleh orang-orang. Melalui komunitas game Abuget, ia membuat satu wadah untuk para pecinta game agardapat terus bermain di luar kegiatan sehari-hari. Tidak hanya berkumpul bersama, Abuget juga beberapa kali mengadakan perhelatan kompetisi internal hingga mengikuti kompetisi bertaraf internasional.
  • Yusuf Arief, founder dan sekretaris jendral KUTU (Ketika Usia Tak jadi Urusan) Community, menceritakan tentang komunitas skuter ini. KUTU Community terbuka untuk siapapun dari segala usia layak berkendara dan jenis motor skuter apa pun. Komunitas ini berdiri atas dasar kepedulian mereka akan tingginya angka kecelakaan pengendara motor dengan melaksanakan kegiatan edukatif tentang berkendara aman bagi
  • Agus Hasanudin, ketua dan pendiri Komunitas Topi Bambu, bercerita tentang bagaimana komunitasnya membantu pengembangan ekonomi kreatif berbahan dasar bambu di daerah Tangerang. Topi Bambu juga memberikan pelatihan untuk masyarakat dan sekolah untuk membuat kerajinan bambu seperti topi, anyaman dan tas.
  • Amelia Callista adalah founder dari Girls To Go Jakarta yang merupakan komunitas olahraga untuk perempuan. Melalui berbagai kegiatan olahraga, Amel dan rekan-rekannya memberikan inspirasi dan motivasi bahwa perempuan untuk terus berolahraga karena perempuan memiliki kemampuan yang setara dan mampu berkompetisi di bidang yang biasanya didominasi oleh laki-laki.
  • Shelly Ramli, founder dari Zephyr Corgi, bercerita tentang komunitas pecinta anjing jenis Welsh Corgi. Berawal dari kesukaannya terhadap jenis anjing ras ini, ia mengajak pecinta anjing Corgi lainnya untuk berkumpul dalam acara-acara dog show atau sekadar bertukar cerita dalam kegiatan fun seperti jalan-jalan pagi.
  • Erwin dan Fitri dari Kaligrafina berbagi cerita mereka akan perkembangan kaligrafi dan lettering di Indonesia. Tren kaligrafi yang semakin marak mendasari kegiatan mereka untuk memberi edukasi menulis kaligrafi bagi pemula dan sharing session dari para penggiatnya.
  • Indra Pratama dari Komunitas Aleut yang berbasis di Bandung bercerita tentang komunitasnya yang menjadi wadah belajar sejarah dan pelestarian budaya. Kegiatan mereka seperti mengunjungi situs-situs budaya yang kurang dikenal publik dengan berjalan kaki. Selain di Bandung, Indra juga mendirikan komunitas serupa bernama Ngopi Jakarta (NgoJak).
  • Maesy Ang dan Teddy Kusuma, co-founder dari POST Bookshop di Pasar Santa menceritakan tentang toko bukunya yang menyediakan buku dari penulis dan penerbit independen yang sulit ditemukan di toko-toko buku besar, namun memiliki kualitas yang tidak kalah bagusnya. Mereka rutin mengadakan diskusi seputar buku dan seni bersama para penulis dan penerbit buku independen.
  • Aria Dwipa, founder Denger Bareng yang membentuk komunitas ini atas dasar kecintaannya pada musik. Di saat orang-orang mulai menjadikan musik sebagai pendamping kegiatan, ia membuat wadah untuk mengajak orang-orang mengapresiasi musik dengan mendengarkan musik lintas zaman bersama-sama.
  • Farah Mauludynna, founder #BalikLagikeDapur bercerita tentang pentingnya pola hidup sehat melalui clean eating. Maraknya penggunaan bahan pengawet mendorong Dynna untuk mengajak orang-orang kembali memasak. Menurut wanita yang akrab dipanggil Teh Dynna ini, memasak dapat meningkatkan pola hidup sehat dan juga melepas stres.
  • Aldo Khalid, founder dari Order 66,bercerita tentang komunitas pecinta Star Wars. Bersama Order 66, Aldo berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti Bandung Lights Festival,bahkan sampai turut berpartisipasi dalam konser orkestra bersama Addie MS. Untuk lebih meramaikan kegiatan komunitasnya, Aldo pun mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Sinar Saber yang memproduksi replika dari senjata Jedi tersebut.

Berikut adalah beberapa foto dokumentasi dari Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 27, lebih lengkapnya foto dokumentasi tersebut dapat diakses di laman Facebook kami di sini

This slideshow requires JavaScript.

Kami ingin berterima kasih kepada ESTUBIZI Co-Working Space selaku partner venue Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 27, kepada seluruh pembicara yang sudah berbagi pengalaman dan melakukan showcase, dan tentunya kepada para hadirin yang datang di tengah hujan gerimis yang melanda Jakarta.

Tidak ingin tertinggal event Pecha Kucha Night Jakarta berikutnya? Ikuti terus kabar terbarunya di akun Twitter @pechakuchajkt.

Sampai jumpa di edisi Pecha Kucha Night Jakarta Vol 28 di bulan Desember 2016!

Pecha Kucha Night Jakarta Vol.27: “BETTER TOGETHER” Berbagi Melalui Komunitas

Memiliki hobi atau tergabung dalam suatu komunitas bersama orang-orang yang mempunyai minat yang sama, seperti sebuah suatu keharusan bagi kebanyakan individual yang memiliki kehidupan yang sibuk.Selain membantu menyegarkan tubuh dan pikiran, berkomunitas juga dapat menjadi cara untuk bertemu teman-teman baru, membangun jaringan bahkan membangun personal development.

Era digital-minded seperti sekarang ini pun semakin memperkuat identitas komunitas yang tercipta. Para individu yang berkomunitas dengan mudah akan membentuk identitas kelompok mereka di sosial media, memperkuat jaringan melalui chat-group melalui messaging app hingga melakukan pertemuan rutin untuk tetap menunjukkan eksistensi dan penyaluran minat serta hobi.

Pecha Kucha Night Jakarta yang ketiga di tahun ini didedikasikan untuk para individual yang meminati atau berkecimpung di bidang tertentu bersama-sama dengan sekelompok orang yang juga menyukai hal yang sama dalam suatu komunitas. Dengan tema BETTER TOGETHER, Pecha Kucha Night Jakarta Vol.27 menampilkan pembicara dari berbagai komunitas yang akan membagikan pengalaman dalam berkomunitas, bertemu dengan sekumpulan orang-orang baru yang diawali dengan tidak saling mengenal, serta personal development apa saja yang didapat.

poster-2c

 

 

Para presenters yang akan berbagi:

1. Zephyr Corgi – Shelly Ramli (komunitas pecinta anjing Corgi)

2. #BalikLagikeDapur- Farah Mauludynna (komunitas clean & healthy eating)

3. GIRLSTOGOJKT – Amelia Callista Sutanto (all-girls sports group)

4. ABUGET Rindradana (komunitas gamer)

5. Komunitas Aleut – Indra Pratama (komunitas wisata budaya dari Bandung)

6. POST – Teddy W. Kusuma dan Maesy Angelina (independent book shop)

7. Denger Bareng – Aria Dwipa (komunitas mendengar lagu bersama lewat kaset, CD,                                                                         maupun vinyl)

8. Order 66 – Aldo Khalid (komunitas pecinta Star Wars Indonesia)

9. Kutu Community – Yusuf Arief (pecinta vespa)

10. Kaligrafina – Fitri (komunitas belajar kaligrafi dan lettering)

11. Komunitas Topi Bambu – KangAgush (komunitas pengrajin bambu)

       

Kamis, 27 Oktober 2016 | 19.00-21.30 WIB

Registrasi dibuka pukul 18.00 WIB

ESTUBIZI Business Center & Coworking Space

Grha Tirtadi Rooftop JL.Wolter Monginsidi, No.71

Jakarta Selatan

GRATIS dan terbuka untuk umum

Datang lebih awal, dan dapatkan kesempatan untuk memenangkan free-trial di ESTUBIZI Coworking Space selama 1 hari penuh!

Acara ini didukung oleh: ESTUBIZI Coworking Space

Follow@pechakuchajktatau bergabung dengan  Facebook Group Pecha Kucha Jakarta untuk info terbaru

[Event Report] Pecha Kucha Night Vol. 26 | Life in Motion

“There’s no ultimate guide in vlogging” – Fathia Izzati

Pada tanggal 31 Agustus 2016 yang lalu, para pembuat konten video kreatif berbagi jurus jitu mereka pada Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26 bertajuk Life in Motion. Acara yang diadakan di kantor Bukalapak.com ini juga memecahkan rekor pengunjung dengan kehadiran sebanyak 200 orang. Ke-duabelas pembicara yang hadir pada saat itu membagikan berbagai jurus jitu untuk pembuatan Vine, web-series, Snapchat, vlog dan medium video lainnya.

Berikut adalah ringkasan dari presentasi di Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26

  • TB Putera, seorang award-winning Vine video creator, menceritakan tentang pengalamannya membuat vine video sehingga mengantarkan Armstrong Award. Menurut Tebe untuk menciptakan Vine video seseorang harus memiliki cerita untuk dibahas, dan imajinasi yang tinggi.
  • Nadia Hudyana, CEO dan Founder dari Kokiku.tv menjelaskan tentang trend video resep dan memasak yang semakin singkat. Selain itu Kokiku.TV juga memiliki sebuah web-series yang mengeksplorasi makanan kaki-lima di Jakarta.
  • Dennis Adishwara, CEO dan Founder dari Layaria menceritakan pengalaman pribadinya tentang pembuatan video serta trend konsumsi video di Indonesia. Selain itu Dennis juga mengatakan bahwa kunci dari membuat konten video adalah konsistensi, relevansi, audience-building dan kolaborasi.
  • Nico Alyus, CEO dan Founder dari Pidioo.com menceritakan tentang manageable chaos, bagaimana persaingan dapat mengantar pembuat konten video untuk menciptakan karya yang berbeda.
  • Selanjutnya Teguh Wicaksono dari Sounds From The Corner menceritakan pengalaman mereka untuk memberikan suguhan musik berkualitas. Baik dari musisi independen maupun mainstream.
  • Fathia Izzati yang dikenal sebagai Chia menjadi pembicara berikutnya dengan membicarakan apa mendorongnya dalam membuat vlog. Fathia juga membagikan beberapa tips untuk membuat vlog yang salah satunya adalah menjadi diri sendiri.
  • Bayu Syerli VP of Marketing Bukalapak.com menjadi pembicara selanjutnya. Bukalapak.com yang sudah terkenal dengan berbagai konten videonya menjelaskan tentang alasan kenapa mereka ingin dikenal sebagai perusahaan yang “unik” dan bagaimana itu mendatangkan keuntungan untuk mereka.
  • Rekhaza Panji dari Spindonesia menjadi pembicara berikutnya, dimana dia membicarakan penggunaan teknologi virtual reality di berbagai bidang seperti medical, real estate, pendidikan dan lain lain.
  • Takun Arrosid seorang filmmaker memberikan konsep baru dalam membuat vlog yaitu menggunakan aplikasi Snapchat. Beberapa alasan yang diberikan oleh Takun kenapa dia menggunakan Snapchat adalah karena ia merasa Snapchat lebih produktif dan ia langsung dapat berkomunikasi dengan audiensnya.
  • Muhammad Islam Alwi, founder dari GPROID menjelaskan tentang penggunaan action cam Go Pro dalam membuat konten video. Beberapa video yang dihasilkannya dapat diambil di dalam air, atau sembari menaiki paralayang. Ia merasa Go Pro adalah perangkat yang sangat fleksible baik dalam mengambil gambar atau video karena dapat digabungkan dengan perangkat lain.
  • Ayla Dimitri, seorang content creator dan fashion stylist menceritakan inspirasinya dalam membuat vlog. Apa saja konten yang diciptakan dan beberapa figur yang menjadi inspirasinya dalam menciptakan vlognya.
  • Pembicara terakhir, Arie Je berbagi kisah yang mendorong semua orang untuk melakukan vlogging, karena menurutnya vlog bisa dilakukan siapa saja baik pengamen sampai dengan anak presiden.

Berikut adalah sedikit dokumentasi dari Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26, lebih lengkapnya foto dokumentasi tersebut dapat diakses di laman Facebook kami di sini.

This slideshow requires JavaScript.

Terima kasih kami ucapkan kepada para presenter dan hadirin yang sudah hadir di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.26: Life in Motion.

Terima kasih atas dukungan Bukalapak.com sebagai official venue partner Pecha Kucha Night Jakarta Vol.26. OPPO Camera Phone sebagai official merchandise partner dan PIXLY Photobooth sebagai official photobooth partner

Tidak ingin tertinggal event Pecha Kucha Night Jakarta berikutnya? Ikuti terus kabar terbarunya di akun Twitter @pechakuchajkt.

Sampai jumpa di edisi Pecha Kucha yang akan datang!

PKNJ Vol.26 Blog Header

Pecha Kucha Night Jakarta Vol.26 “LIFE IN MOTION” Hadirkan Kreator Berbagai Konten Video Kreatif

Saat ini, tren video online yang dengan mudah dapat dikonsumsi di berbagai platform berbasis video melalui perangkat desktop maupun mobile, kian memudahkan masyarakat untuk memilih konten yang sesuai dengan minatnya, sehingga konsumsi konten video di Indonesia pun meningkat. Seperti yang dilansir oleh Google Indonesia, dimana terjadi kenaikan dari jumlah video yang diunggah ke Youtube sebesar 600% dan durasi konsumsi video sebesar 130% .

Hal ini pula yang mendukung tumbuhnya para kreator konten maupun pemasar brand yang memilih video sebagai salah satu platform untuk berkarya dan berbagi dengan para audiensnya melalui media online seperti Youtube, Snapchat, Instagram stories, Vine maupun Facebook. Konten di dalamnya pun bervariasi mulai dari minat-minat pribadi seperti beauty atau fashion tutorial, daily vlog, memasak hingga content marketing yang dibuat oleh pemasar brand yang dikemas dengan menarik seperti web-series ataupun film pendek. Continue reading

web

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.25 | Let’s Get Physical

Mindfulness adalah ketika pikiran dan tubuh kita sejalan – Adjie Silarus

Pecha Kucha Jakarta kembali lagi dengan edisi ke-25 yang bertemakan Let’s Get Physical pada tanggal 1 Juni 2016 yang lalu. Maverick selaku pemegang lisensi resmi Pecha Kucha Night Jakarta kembali mengadakan acara ini, dengan sebelas pembicara yang hadir berbicara mengenai kegiatan-kegiatan yang mampu mendukung pola hidup sehat mereka, baik melalui kegiatan fisik, mental, ataupun pemilihan diet yang baik. Bertempat di Es Teler 77 Adityawarman, keseruan acara pun tampak dari antusiasme hadirin dalam merepson para pembicara.

Continue reading

Photo credit: @atamerica

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.24 Technopolis

“Technology brings us closer together” – Cipluk Carlita, Twitter Indonesia

Menutup tahun 2015 lalu, Pecha Kucha hadir untuk keempat kalinya dengan edisi ke-24 yang bertemakan Technopolis pada 10 Desember 2015. Bertempat di @america Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, acara ini kembali diselenggarakan oleh Maverick selaku pemegang lisensi resmi Pecha Kucha Night di Jakarta. Kesembilan pembicara yang hadir
membagikan ilmu serta cerita unik mereka akan penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Continue reading