Photo credit: @atamerica

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.24 Technopolis

“Technology brings us closer together” – Cipluk Carlita, Twitter Indonesia

Menutup tahun 2015 lalu, Pecha Kucha hadir untuk keempat kalinya dengan edisi ke-24 yang bertemakan Technopolis pada 10 Desember 2015. Bertempat di @america Pacific Place, SCBD, Jakarta Selatan, acara ini kembali diselenggarakan oleh Maverick selaku pemegang lisensi resmi Pecha Kucha Night di Jakarta. Kesembilan pembicara yang hadir
membagikan ilmu serta cerita unik mereka akan penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah kehidupan masyarakat Indonesia sehari-hari.

Continue reading

PK Vol 24 - Teaser

Mengkaji Teknologi di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.24 TECHNOPOLIS

Perkembangan teknologi yang pesat dan berkesinambungan kian mempengaruhi cara kita hidup dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Di Indonesia, penggunaan teknologi terus meningkat didorong oleh semakin tingginya penetrasi internet terutama dalam hal pemanfaatan kanal media sosial.

Kini, teknologi telah melekat dalam kehidupan kita sehari-hari. Mulai dari lingkungan pekerjaan hingga interaksi personal. Hal ini pula yang turut mendukung suburnya pertumbuhan startup lokal bersama para inovator dalam mencetuskan ide yang mendukung kebutuhan gaya hidup sarat akan teknologi seperti smart city, smart homeremote working, coworking spaces, hingga berbagai bentuk kolaborasi kreatif baik antar individu maupun komunitas/organisasi.

Di Pecha Kucha Night Jakarta yang keempat tahun ini, kami ingin  mendedikasikan edisi kali ini bagi para inovator dan penggiat teknologi, dengan mengangkat tema TECHNOPOLIS. Edisi ini akan menyoroti bagaimana teknologi berperan penting dalam memudahkan interaksi keseharian baik dalam hal pekerjaan maupun personal, bahkan ikut membantu dari segi peningkatan kualitas hidup para penggunanya.

Continue reading

foto2

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.23 Altitude

Pecha Kucha Night Jakarta yang ke-23 telah berhasil diselenggarakan di Es Teler 77 Adityawarman, pada 16 September lalu. Acara berjejaring kreatif yang diadakan tiap tiga bulan ini, diselenggarakan oleh Maverick selaku pemegang lisensi resmi penyelenggaraan Pecha Kucha Night untuk kota Jakarta.

Di volume yang ke-23, Pecha Kucha Night mengangkat tema Altitude, tema yang didedikasikan khusus bagi para penggiat dunia kedirgantaraan Indonesia, baik praktisi professional maupun komunitas pecinta aviasi, berkumpul di malam tersebut untuk mendengarkan sembilan pembicara berbagi cerita dan pengalaman mereka dalam menekuni dunia aviasi.

Ada kisah dari Yusuf Budi, Direktur dari International Virtual Aviation Organization, yang mulai menekuni hobinya sebagai pilot virtual berawal dari bermain aplikasi penerbangan offline. Lain lagi cerita dari Fahmi Pahlevi, pendiri Asosiasi Pilot Drone Indonesia (APDI). Fahmi berbagi kepada Pecha Kuchers mengenai kegunaan drone secara luas, mulai dari untuk keperluan fotografi, aerial video, serta pemetaan, yang bertujuan untuk membantu pemerintah memajukan pariwisata di Indonesia. Kemudian Arif Munandar yang mewakili Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), bercerita mengenai fungsi meteorologi bagi penerbangan mulai dari pengamatan sampai ke produk meteorologi untuk penerbangan. Selain itu, ada juga duo Indonesian Scale Modellers Society (ISMS), Peter Nur Asan dan Andreas Ardian Pramaditya, yang menceritakan konsep dibalik ISMS yang tidak hanya memainkan model kit pesawat, tetapi juga menjadi modeler untuk diorama penerbangan hingga tampak seperti aslinya. Mereka sudah banyak berkolaborasi dengan museum hingga pihak militer, lho!

Continue reading

PK Vol 23 - poster header

Terbang Mengangkasa bersama Pecha Kucha Night Jakarta Vol.23 ALTITUDE

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam penerbangan. Di tahun 2034, Indonesia diharapkan menjadi salah satu pasar terbesar untuk perjalanan udara. Diperkirakan sekitar 270 juta penumpang akan melakukan perjalanan baik dalam dan luar negeri. Angka tersebut tiga kali lebih besar dari ukuran pasar saat ini. Tahun lalu, salah satu maskapai Indonesia melakukan pembelian pesawat dalam skala besar, membuktikan bahwa sektor penerbangan dan kedirgantaraan masih berkembang pesat meskipun beberapa isu keamanan dan infrastruktur juga menjadi sorotan beberapa tahun terakhir ini. Tidak hanya penerbangan komersil, sektor militer Indonesia juga konon berencana untuk memodernisasi angkatan udara. Pesatnya pertumbuhan industri penerbangan diharapkan juga dapat mendorong industri lainnya seperti perjalanan dan pariwisata, perhotelan, pendidikan, teknologi, bahkan olahraga. Penggemar penerbangan di Indonesia juga telah berkembang menjadi komunitas-komunitas yang memberikan kontribusi berupa pertukaran informasi dan ilmu pengetahuan melalui berbagai ajang diskusi dengan publik.

Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 23 akan didedikasikan untuk para praktisi, penggemar, dan komunitas bidang kedirgantaraan baik dari aspek komersial ataupun militer, dari segi teknologi hingga seni melalui tema ALTITUDE. Edisi ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru dan perkenalan atas potensi industri kerdirgantaraan di Indonesia.

Di Pecha Kucha Night Jakarta, setiap pembicara akan menuangkan idenya melalui 20 slide gambar menarik dengn waktu penyampaian dibatasi hanya 20 detik per slide. Dengan demikian, setiap pembicara memiliki waktu 6 menit 40 detik untuk menyampaikan materi presentasi yang singkat, padat, dan tentunya tidak membosankan.

Continue reading

Arian Arifin

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22 Globetrotter

‘Traveling is the only thing you buy that makes you richer’

Kutipan tersebut cukup menggambarkan ‘kekayaan’ dalam kisah-kisah 10 pembicara di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22, Kamis (4/6) lalu. Banyak pendekatan menarik dari kegiatan traveling yang dapat menginspirasi para penggiat Pecha Kucha untuk terus memberikan makna lebih di setiap perjalanan yang akan dilakukan.

Traveling bisa menjadi sarana dalam membangun jaringan dan bertemu dengan teman-teman baru dari seluruh dunia, seperti halnya Arian Arifin yang gemar bersosialisasi dengan para musisi sambil bertukar referensi musik selagi ia mengejar konser musik di berbagai belahan dunia, ataupun pengalaman Zulfikar Fahd yang memperoleh banyak teman baru di setiap solo traveling nya, dengan bantuan aplikasi pihak ketiga seperti Couchsurfing serta Blablacar.
Berlibur sambil menghasilkan, kenapa tidak? Ada Kenny Santana yang berhasil membangun akun kurasi travel asuhannya, @KartuPos, menjadi mata pencahariannya; serta Lynda Bungasalu dengan berbagai pengalaman kerjanya di Australia selama mengambil Work Holiday Visa (WHV).
Inspirasi untuk memberi pendekatan lain pada kegiatan traveling juga dikisahkan
Nuri Arunbiarti yang menjadi seorang relawan di Nepal bulan April lalu, serta Dini Hajarrahmah, yang memberdayakan masyarakat lokal dalam bidang pariwisata melalui organisasi yang dibentuknya, Wanderlust Indonesia. Wanderlust Indonesia percaya bahwa masyarakat lokal harus mampu menjadi aktor utama dengan pembekalan keterampilan yang mumpuni.

Tidak hanya berdampak bagi sekitar, sebuah perjalanan juga mampu mengajak kita untuk menelusuri refleksi diri sebagaimana yang diceritakan Astrid Reza dalam kisah hidupnya sebagai nomaden. Berbagai tips menyiasati perjalanan wisata bersama keluarga dari pasangan Tesya Sophianti dan Rene Jayaprana; berpetualang dengan sepeda motor ala Rijal Fahmi Mohamadi serta tips menangkap momen lewat video dari Giri Prasetyo tentunya juga melengkapi keriaan para traveler yang hadir di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22.

Berikut rangkuman dokumentasi yang berhasil kami abadikan di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22: Globetrotter
Continue reading