Sadari Konsumsimu

Fakta unik dikemukakan oleh Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno di mana volume sampah yang datang ke TPA Bantargebang per dua harinya cukup menutup satu Candi Borobudur.

Fakta ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bantargebang semakin hari semakin mengancam penduduk Ibukota.  Ditambah menurut temuan Litbang Kompas.com, TPA Bantargebang hanya mampu bertahan hingga tiga tahun ke depan.

Persoalan yang tak kunjung selesai ini menuntut perubahan perilaku seluruh lapisan masyarakat untuk mengonsumsi secara sadar. Solusi yang sebenarnya bukan lagi soal pilihan melainkan kewajiban. Sikap abai maupun meremehkan persoalan sampah saat ini dapat berujung pada bencana.

Masyarakat yang peduli akan persoalan sampah akan secara sadar memikirkan dampak baik terhadap terhadap lingkungan dan kesehatan mereka sebelum memutuskan untuk mengonsumsi sesuatu. Hal sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan mengurangi penggunaan plastik atau sedotan sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Hemat dalam menggunakan energi dan air, serta kegiatan mendaur ulang kertas juga bisa menjadi solusi kecil yang berdampak besar terhadap lingkungan.

Berangkat dari itu, PechaKucha Night Jakarta Vol. 36 mengangkat tema Consume Consciously. Di edisi kali ini, kami mengundang para pembicara yang mempraktikkan kebiasaan mengonsumsi secara sadar, mereka yang bergerak di bidang lingkungan hidup, dan mereka yang mengembangkan inovasi kreatif untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan.

Para pembicara tersebut adalah:

  • Eva Celiaconscious consumer
  • Astri Puji Lestari – conscious consumer
  • David Christian – pendiri Evoware
  • Tiza Mafira – penggagas Gerakan Diet Kantong Plastik Indonesia
  • Hani Sumarno – Sekretaris Perusahaan PT Jakpro
  • Nezatullah Ramadhan – pendiri Nara Kreatif
  • Denia Isetianti – pendiri Cleanomic

Para pembicara ini akan berbagi tentang inspirasi mereka mulai berpartisipasi dalam gerakan ini, mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan dan menginspirasi  orang lain untuk menjadi konsumen yang “sadar”.

PechaKucha Night Jakarta Vol. 36 akan diselenggarakan pada:

Hari dan tanggal: Selasa,18 Desember 2018

Lokasi: Rumah Kreasi di CJ CGV* fX Sudirman Lantai 7 

Perilaku sekecil apapun yang kita lakukan dapat membawa perubahan besar untuk Bumi kita! Sampai jumpa di PechaKucha Night Jakarta Vol. 36 – Consume Consciously.

Untuk konfirmasi kehadiran silakan ke tautan ini: http://bit.ly/pknjvol36reg

 

 

 

 

Advertisements

Milenial Ternyata Mampu

“Bagaimana sih bisa sekeren kalian?”

Pertanyaan itu diajukan kepada para pembicara PechaKucha Night Jakarta Vol. 35, para milenial yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Di PKNJ Vol 35 tersebut, para milenial ini tidak hanya mematahkan anggapan negatif tentang milenial namun juga berbagi cara agar para audiens juga dapat memberikan dampak positif.

Ada berbagai motif yang mendorong para milenial ini untuk bergerak. Jezzie Setiawan dari gandengtangan.org dan Dwina M. Putri dari Mau Belajar Apa ingin memberikan pemberdayaan bagi orang lain. Jezzie mendirikan gandengtangan.org untuk menjadi wadah pembiayaan online dengan sistem gotong royong. Tujuannya adalah membantu para pengusaha skala mikro. Dwina dengan Mau Belajar Apa ingin memberikan akses terhadap pendidikan keterampilan kepada masyarakat Indonesia. Dwina merasa pendidikan keterampilan menjadi penting sebagai sumber penghasilan atau sebagai cara untuk mengisi waktu luang.

Dari sisi lingkungan hidup ada Albert Arron Pramono pendiri Arumdalu Lab dan Azriansyah Ithakari dari Tan-Euh dan The Upcycling Company. Albert bercerita bagaimana ia dan Arumdalu berupaya untuk membantu proses integrasi pertanian dan inovasi makanan. Di sisi lain, Azriansyah Ithakari menceritakan bagaimana ia mengolah limbah kopi menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Keduanya merasa bahwa pengolahan sumber makanan dari hulu ke hilir akan memberikan dampak yang sangat positif bagi masyarakat Indonesia.

Vendryana, Julius Kensan, dan Pangeran Siahaan berbicara bagaimana mereka mendirikan media baru yang berfungsi sebagai sumber informasi alternatif. Vendryana dengan Dear Moms membuat support system bagi ibu-ibu muda dengan memberikan informasi dan menjadi wadah komunitas untuk berbagi.

Di sisi lain Julius Kensan dengan Manual Jakarta, sebuah kanal dan majalah cetak, ingin memberikan akses untuk melihat Jakarta dan Indonesia secara menyeluruh. Manual Jakarta tidak hanya ingin memberikan gambaran obyektif tentang gaya hidup di Jakarta tetapi juga menunjukkan energi dari kota Jakarta.

Pada kesempatan terakhir, Pangeran Siahaan menceritakan tentang bagaimana media yang ia pimpin, Asumsi, ingin memberikan informasi politik yang jernih dan non-partisan. Ia dengan tegas menceritakan bagaimana pendidikan politik begitu penting untuk memberikan bekal kepada masyarakat agar lebih cakap dalam menanggapi permasalahan politik dalam negeri.

Para hadirin pun kemudian mendapatkan sebuah pesan dari ketujuh pembicara di mana semuanya sama-sama menunjukkan dorongan mereka untuk melakukan hal-hal besar dapat muncul dan dimulai hanya dengan hal-hal kecil. Dengan melakukan hal positif di sekitar kita, kita dapat memecahkan masalah dan mengajak orang lain untuk ikut serta dalam prosesnya potensi yang dimiliki generasinya dan mematahkan anggapan tentang milenial yang buruk.

Untuk mendengarkan lebih jelas presentasi para pembicara PechaKucha Night Jakarta Anda bisa menyaksikan video lengkapnya di sini.

Sampai jumpa di PechaKucha Night Jakarta Vol.36!

Milenial Bisa Apa?

Narsisme, egois, tidak fokus, dan malas.

Itu adalah empat sifat milenial di tempat kerja menurut Simon Sinek. Mungkin Anda lupa dengan namanya, tapi Anda mungkin ingat dengan salah satu video wawancara Sinek yang viral pada akhir tahun 2016. Sinek, seorang motivator dan konsultan organisasi, mungkin secara tidak acuh menyatakan hal tersebut. Namun apakah yang dikatakan Sinek mengandung kebenaran?

Setelah video tersebut viral, muncul berbagai riset mengenai bagaimana cara milenial bekerja. Salah satu hasilnya yang dimuat di Harvard Business Review, mematahkan argumen Sinek. Tidak ada perbedaan antara generasi milenial, generasi X, atau baby boomers di tempat kerja; setiap generasi memiliki tujuan karier dan berkeinginan membawa dampak positif di mana mereka bekerja.

Tidak hanya itu generasi milenial juga bahkan telah berhasil menginspirasi orang-orang lintas generasi atas pencapaian mereka.

Menyadari hal itu PechaKucha Night JakartaVol. 35 ini menghadirkan perwakilan generasi milenial yang telah melakukan aksi nyata dan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Tujuh pembicara kita hadir mewakili berbagai bidang seperti: lingkungan hidup, teknologi finansial, kesehatan dan parenting, dan media. Mereka akan menyampaikan berbagai gagasan dan upaya kreatif mereka untuk memecahkan masalah, membuat kemungkinan baru, atau meningkatkan kapasitas. Mereka adalah:

  • Pangeran Siahaandari Asumsi
  • Dwina M. Putri dari Mau Belajar Apa
  • Albert Pramono dari Arumdalu Lab
  • Azriansyah Ithakari dari Tan-Euh
  • Jezzie Setiawan dari gandengtangan.org
  • Julius Kensandari Manual Jakarta
  • Vendryanadari Dear Moms

Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, serta didukung oleh BINUS University International. Follow akun Twitter kami di @pechakuchajkt atau bergabung di Facebook Group PechaKucha Jakarta. Sampai jumpa!

Bersama-sama Melawan Korupsi

Kasus korupsi yang ketua DPR Setya Novanto menjadi pengingat bahwa Indonesia belum benar-benar bersih dari korupsi. Di sisi lain cita-cita untuk membuat Indonesia sepenuhnya bebas dari korupsi sering dianggap sebatas mimpi. Masyarakat juga masih belum sadar bahwa mereka juga memiliki kuasa untuk mengambil tindakan dalam penyuluhan kegiatan antikorupsi.

Atas dasar itu PechaKucha bekerja sama dengan KPK untuk mengadakan PechaKucha Night Jakarta Vol 34. Di volume ini kami mengundang para tokoh dari beragam latar belakang untuk yang telah melakuka banyak hal untuk menyebarkan semangat antikorupsi.

Bertempat di Es Teler 77 Gunawarman, Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif membuka langsung edisi kali ini. Dalam sambutannya, Pak Laode menyampaikan beragam upaya yang telah dilakukan KPK dalam memberantas korupsi. Mulai dari edukasi, pencegahan, dan tentunya penindakan. Beliau turut menyampaikan harapan KPK agar masyarakat turut serta bergabung dalam upaya kampanye antikorupsi.

Selanjutnya ada Firman Venayaksa dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM). Bersama TBM, Firman menginisiasi berbagai gerakan literasi yang juga mendapat dukungan dari komunitas motor yang membantunya mewujudkan Motor Literasi (MOLI). Mereka bersama-sama memberikan akses bacaan terutama yang berkaitan dengan anti korupsi. Dukungan lainnya juga diberikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serta Najwa Shihab selaku duta baca Indonesia yang ikut berkeliling dengan motor ke desa-desa terpencil.

Aktivis dongeng Rona Mentari dan seniman Wawan Teamlo percaya bahwa pendidikan antikorupsi sebaiknya dimulai dari kecil. Rona melakukannya dengan membangun Imagine-Nation, sebuah ekosistem dongeng yang memberikan penyuluhan anti-korupsi melalui berbagai dongeng. Wawan, di sisi lain, membuat tokoh yang dia sebut sebagai si Kumbi dan mengadakan berbagai operet untuk menyebarkan pesannya.

Selain Rona dan Wawan, Haryadhi, seorang komikus, juga mengemas kisah tentang korupsi yang dibalut kisah sehari-hari. Berbagai cerita ini sangat mudah dicerna dan mudah ditemui dalam keseharian para generasi muda yang akan menjadi tulang punggung Indonesia di masa depan.

Karya visual dalam bentuk layar lebar berjudul Selamat Pagi, Risa! Yang disutradarai oleh Sha Ine Febriyanti merupakan wujud lain penyampaian nilai-nilai anti korupsi kepada masyarakat. Kisah ini bercerita tentang bagaimana seorang anak menjadikan tindakan orang tuanya menolak suap sebagai pegangan hidup. Kisah sederhana yang menunjukkan bahwa tindakan kadang jauh lebih bermakna dibandingkan nasihat yang berulang.

Novelis Ayu Utami juga mengembangkan kisah dalam novelnya dari fenomena sehari-hari yang membentuk tanda tanya besar dalam kepalanya. Cukup sederhana, ia hanya mempertanyakan mengapa agama yang menjadi pedoman hidup bagi banyak orang justru masih gagal menyelamatkan mereka dari tindakan korupsi?

Pada akhirnya, seluruh pembicara di PechaKucha Night Jakarta sepakat bahwa bukan waktunya lagi untuk menunjuk satu pihak yang berupaya untuk menuntaskan korupsi. Ini waktunya kita semua bekerja sama untuk memberantas korupsi.

Untuk mendengarkan lebih jelas presentasi para pembicara PechaKucha Night Jakarta Anda bisa menyaksikan video lengkapnya di sini http://bit.ly/pknjvol34YT.

Sampai jumpa di PechaKucha Night Jakarta berikutnya!

PechaKucha Night Jakarta Vol.34 – Anti Koruptor

“Makin redup idealisme dan heroisme pemuda, makin banyak korupsi”

-Soe Hok Gie.

Sepanjang tahun 2018, banyak ditemukan pemberitaan soal kasus yang melibatkan kepala daerah berhembus dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Sejak Januari lalu hingga September ini saja, setidaknya ada 15 kepala daerah yang dicokok KPK karena diduga mencuri uang negara. Mahalnya biaya kampanye untuk maju di kontestasi pemilihan kepala daerah pada Pilkada serentak tahun 2018 seolah dijadikan kambing hitam untuk menilep uang negara.

Banyaknya penangkapan terduga koruptor bisa dipandang sebagai prestasi gemilang bagi Komisi Pemberantasan Korupsi. Apalagi, jika yang ditangkap adalah politisi yang selama ini dikenal licin dari jerat hukum, seperti mantan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto.

Di sisi lain, untuk menghilangkan kejahatan luar biasa seperti korupsi tidak dapat hanya mengandalkan tindakan hukum semata. Diperlukan juga sebuah inisiatif untuk mengkampanyekan semangat dan perilaku antikorupsi. Salah satunya melalui berbagai karya kreatif.

Pada edisi PechaKucha Night Jakarta Vol.34, kami mengundang para pegiat antikorupsi berkumpul untuk bertukar gagasan dan inspirasi. Mereka adalah para duta antikorupsi yang memberikan berbagai cara kreatif untuk mencegah korupsi. Beberapa pembicara yang akan hadir adalah:

  • Sha Ine Febriyanti – film Kita VS Korupsi
  • Haryadhi & Ramadhoni – komik strip @KostumKomik
  • Ayu Utami – penulis Spiritualisme Kritis 
  • Rona Mentari – Dongeng anak Aksi Dongeng Dari Timur
  • Wawan Teamlo – Album lagu & serial anak Aku Anak Jujur
  • Firman Venayaksa – akademisi Literasi Antikorupsi

Acara yang didukung oleh KPK dan Es Teler 77 ini akan dibuka oleh Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif.

Untuk menyimak lebih jelas ide-ide dari para pegiat tersebut , kami juga mengundang Anda bergabung di PechaKucha Night Vol.34 yang akan diadakan pada:

Hari dan tanggal : Kamis, 27 September 2018

Waktu : 19:00 – 21:00 WIB (registrasi akan dibuka pada 18:00)

Lokasi : Es Teler 77 Jalan Adityawarman No. 61, Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan

Kami sadar, partisipasi dan peran aktif masyarakat dalam upaya pencegahan praktik korupsi adalah hal yang sangat berarti. Sekecil apapun peran masyarakat, akan membawa perubahan, kecil atau besar, langsung atau tidak langsung. Maka dari itu, kami menantikan kehadiran Anda untuk bergabung di PechaKucha Night Jakarta Vol.34.

Sampai jumpa!

Ragam Budaya Kita

Topik “Made in Indonesia” yang diangkat pada PechaKucha Night Jakarta Vol. 33, 20 April 2018 membahas tradisi, budaya, dan produk tradisional Indonesia. Tujuh pembicara yang hadir  tidak hanya berbicara mengenai pengalaman mereka serta memberikan alasan kenapa mereka ingin terlibat dalam menjaga warisan bangsa.

Pembicara pertama Bhimanto Suwastoyo dari Wastra Indonesia, komunitas apresiasi kain tradisional,  mengungkapkan keresahan beliau mengenai generasi muda Indonesia yang tidak lagi mengenali dan menghargai produk negeri sendiri.

Melia Winata dari Du’Anyam, sebuah perusahaan sosial yang memproduksi dan mendistribusikan produk anyaman, mengatakan bahwa tujuan Du’Anyam adalah untuk memberdayakan ibu-ibu penganyam. Kebanggaan paling besar dari Du’Anyam adalah ketika mereka telah berhasil menaikkan penghasilan ibu-ibu penganyam sebesar 40%, mempromosikan produk anyaman hingga ke Milan, Itali dan terpilih menjadi official merchandise untuk Asian Games!

31154093_10155666983808299_345653659402502144_o

Selanjutnya ada Cassandra Grant dan Diyan dari Kain Kita, sebuah proyek kolaborasi yang mengumpulkan, mendokumentasikan, dan mempromosikan kain-kain adat di Indonesia. Cass terlibat dalam pemberdayaan perempuan adat sebagai penenun dan Diyan mengajak orang-orang untuk membeli kain tenun tradisional dari sumber-sumber yang etis. Kain Kita juga memberikan latar belakang tentang berbagai kain tradisional Indonesia dan mempelajari bagaimana pembuatannya secara langsung.

Annisa Hendrato yang mewakili Noesa, sebuah studio yang menggabungkan seni, budaya dan alam, dalam bentuk produk, acara, dan publikasi, menceritakan proses pembuatan kain tenun oleh Watubo dan pewarna alami yang dihasilkan dari tumbuhan sekitar Maumere. Ia belajar banyak mengenai pembuatan warna-warna tersebut dan menggunakannya dalam pembuatan produk-produk kekinian yang ditujukan untuk kaum muda, seperti camera strap, cardholder, dan selendang. Selain produk, Annisa juga mengenalkan budaya Maumere lewat acara dan open trip.

31163532_10155666983843299_6836048344075206656_o

Sweta Kartika, seorang komikus profesional, membuat komunitas komik silat Padepokan Ragasukma bersama teman baiknya. Komunitas ini bertujuan untuk tetap mendengungkan dongeng-dongeng pendekar di telinga anak nusantara. Suatu pencapaian luar biasa bagi Padepokan Ragasukma karena telah mempublikasikan 22 judul komik silat dan menggambar ulang 70 karakter untuk komik fiksi terbarunya “Guardians of Majapahit”.

Selanjutnya Dinny Jusuf membahas soal Toraja Melo yang menjadi katalis untuk membantu komunitas penenun dalam meningkatkan kesejahteraan perempuan di Toraja. Dinny ingin karya-karya tenun tetap lestari sehingga beliau mengadakan pelatihan bagi para generasi muda dan mengadakan community-based tourism di mana partisipan dapat belajar menenun di Toraja.

Pembicara terakhir kita Angga Dwimas Sasongko, menyatakan bahwa Indonesia adalah negara yang memproduksi kopi terbanyak keempat di dunia. Kedai Filosofi Kopi pun mencoba melestarikan warisan budaya ini dengan menyajikan kopi-kopi asli Indonesia dan memberikan warna baru di dunia kopi di Indonesia. Angga percaya setiap jenis kopi Indonesia memiliki cerita soal cinta dan kolaborasi.

31180039_10155666986483299_2627735440655908864_o

Semua pembicara sepakat bahwa warisan budaya Indonesia harus dipertahankan. Dalam sesi diskusi, Dinny menjelaskan bahwa untuk dapat menarik generasi muda kembali ke kampung halaman dan menggarap potensi produk tradisional daerah, mereka perlu tahu bahwa produk-produk tersebut dapat dijual di dalam dan luar negeri dan itu merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Diyan menambahkan agar kaum muda mau memakai kain tenun dan menjadi advokat untuk memberikan pemahaman kepada yang lain mengenai kain tradisional.

Acara PechaKucha Night Jakarta volume 33 ini diharapkan dapat menginspirasi kita semua untuk berbuat lebih banyak dalam menjaga dan melestarikan budaya Indonesia. Terima kasih kepada para pembicara dan PechaKuchers yang telah menyempatkan waktunya dan pada DBS Live More Society yang telah menjadi sponsor acara ini.

Anda tidak hadir malam itu? Jangan khawatir, berikut tautan untuk video presentasi para pembicara.

Sampai jumpa lagi di PechaKucha Night Jakarta volume 34!

 

 

 

Made in Indonesia – PechaKucha Night Jakarta Vol.33

Indonesia memiliki begitu banyak dan beraneka ragam hasil budaya. Setiap suku dan daerah bahkan menyimpan kekayaan budaya masing-masing dalam bentuk yang berbeda-beda pula. Saking banyaknya, tidak semua orang Indonesia mampu mengenal dan memahami semuanya.

Kurangnya pengetahuan orang Indonesia terhadap budaya daerahnya sendiri terjadi karena berbagai hal. Terkadang, kita tidak memiliki akses untuk mempelajari budaya tersebut, jika akses itu ada terkadang dokumentasinya tidak begitu lengkap.

Untungnya beberapa tahun terakhir, muncul kesadaran dari beberapa orang dan kelompok untuk melestarikan berbagai budaya Indonesia. Salah satunya dengan mengembangkan komunitas-komunitas yang tersebar di beberapa daerah, mendokumentasikannya, dan memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat terhadap berbagai produk budaya .

Pembahasan tentang budaya Indonesia dan upaya pelestariannya adalah topik akan kita angkat pada PechaKucha Night Jakarta Vol. 33. Edisi yang didukung oleh DBS Live More Society akan diadakan pada:

Hari dan tanggal          : Jumat, 20 April 2018

Tempat                        : DBS Tower – Lantai 34, Jalan Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Karet Kuningan, Jakarta Selatan (silakan mengacu ke peta di bagian bawah post)

Waktu                          : 18:00 WIB – selesai

Yang akan berbagi pada PechaKucha Night Jakarta Vol 33 adalah:

  1. Bhimanto Suwastoyo
  2. Melia Winata
  3. Cassandra Grant & Nurdiyansah
  4. Annisa Hendrato
  5. Sweta Kartika
  6. Dinny Jusuf
  7. Angga Dwimas Sasongko

Kami berharap PechaKucha kali ini dapat menjadi ruang diskusi yang mampu memancing inspirasi dan menambah semangat PechaKuchers dalam melestarikan tradisi Indonesia.

Kami juga ada kuis yang berhadiah salah satu karya dari pembicara kita. Caranya mudah silakan posting di Instagram dan Twitter dan ceritakan momen-momen keren kalian dengan #LiveAwesome dan #PKNJVol33 mulai dari hari ini hingga Jumat, 20 April 2018 pukul 12:00.

Untuk RSVP silakan mengisi tautan ini.

Acara ini GRATIS, terbuka untuk umum, dan didukung sepenuhnya oleh DBS Live More Society. Follow Twitter @pechakuchajkt atau bisa bergabung dengan Facebook Group PechaKucha Jakarta untuk info terbaru!