Pecha Kucha Night Jakarta Vol.19: MIXTAPE

Anitha Silvia

ANITHA SILVIA – Indonesian Netlabel Union | @anithasilvia @idnetlabelunion

Indonesian Netlabel Union merupakan sebuah gerakan kolektif label rekaman Indonesia berbasis internet (netlabel) yang dirajut pertama kali di awal tahun 2011. Berawal dari kekagumannya terhadap para musisi independen, Anitha Silvia aktif berkecimpung di gerakan tersebut sejak tahun 2012. Selain kiprahnya di dunia musik, Tinta, demikian ia biasa disapa, berperan sebagai bagian tim redaksi Ayorek!, sebuah sarana berbagi ilmu di kota Surabaya. Wanita yang gemar membaca ini pun turut terlibat sebagai anggota tim C20 Library. Saat ini, Tinta tengah sibuk mempersiapkan edisi kedua Indonesian Netaudio Festival yang akan diselenggarakan November mendatang di Bandung.

 Yulius Iskandar

YULIUS ISKANDAR – BOTTLESMOKER Manager | @juliuzickboy

Pria yang kerap disapa Juliuz ini telah cukup lama melanglangbuana di industri musik Indonesia. Ia mengawali kariernya sebagai Road Manager bagi band Vincent Vega. Pasca Vincent Vega, ia sempat bekerja sama pula dengan MOCCA dan The Changcuters, di mana ia berperan sebagai teknisi dan divisi dokumentasi. Pria kelahiran tahun 1984 ini pun sempat menjadi manajer band Angsa dan Serigala selama dua tahun. Kini, Yulius aktif sebagai manajer band BOTTLESMOKER dan salah satu personil Manager Seru Entertainment yang menangani sejumlah artis seperti Element dan SHE. Pecinta fotografi dan travelling ini juga dikenal dalam kapasitasnya di bidang promosi, konsep acara, roadshow dan tur media, perencanaan jejaring sosial, konsultan showbiz, dan pemberdayaan komunitas.

Hendry Halim

HENDRY HALIM – GitarisINA | @soulgitar @gitarisINA

Pria kelahiran Jakarta tahun 1987 ini mulai jatuh cinta pada gitar saat ia baru menginjak kelas 2 SMP. Terinspirasi oleh petikan gitar Jimmy Page di lagu Stairway to Heaven, saat itu juga Hendry memutuskan untuk menjadi seorang gitaris band. Bersama band-nya, SCRABBLE, yang kemudian berganti nama menjadi KURUSETRA, ia berhasil menjuarai berbagai festival band dan mendapatkan gelar Gitaris Terbaik. Hendry kemudian memperdalam ilmunya di sejumlah lembaga pendidikan musik dan berhasil merintis karier sebagai seorang instruktur gitar hingga hari ini. Pada tahun 2012, pria yang juga berprofesi sebagai gitaris band NUOVA ini mendirikan @gitarisINA sebagai wadah berdiskusi dan berbagi informasi seputar gitar.

 Indra Aziz

INDRA AZIZ – VokalPlus | @IndraAziz

Publik mengenal sosok Indra Aziz sebagai seorang musisi profesional dan pelatih vokal. Sejumlah nama yang pernah dilatihnya termasuk penyanyi kenamaan Agnez Mo, Afgan, Momo Geisha, dan Rossa. Namanya pun semakin melambung ketika ia menjadi pelatih vokal dalam sejumlah tayangan musik bergengsi di layar kaca, termasuk Indonesian Idol dan X-Factor Indonesia. Kendati lebih dikenal karena kiprahnya di layar kaca, pria pecinta hal-hal berbau marketing dan video games ini pun membangun reputasinya dengan mendirikan VokalPlus. Melalui perusahaannya tersebut, ia telah meluncurkan sejumlah produk latih vokal, termasuk CD sing-along dan DVD tutorial olah suara. Saat ini, Indra juga aktif sebagai tenaga pengajar di sejumlah universitas ternama, seperti Universitas Pelita Harapan dan Institut Musik Indonesia.

 Dwika Putra

DWIKA PUTRA – AkustikAsik | @dwikaputra @AkustikAsik

Dwika adalah seorang pekerja kantoran yang menjalankan banyak hobi sebagai sampingan, salah satu di antaranya adalah musik. Pria berusia 25 tahun ini mendirikan komunitas AkustikAsik sebagai wadah bagi para pecinta dan pelaku musik berformat akustik. Di samping kecintaannya terhadap musik, Dwika juga aktif sebagai MC dan standup comedian dwibahasa. Salah satu mimpi terbesarnya adalah menjadikan AkustikAsik sebagai suatu komunitas yang solid, hangat, dicintai dan dapat menularkan semangat musik akustik yang asik ke seluruh Indonesia.

Muhammad Amrullah.png

MUHAMMAD AMRULLAH – KojekRapBetawi | @KojekRapBetawi

KOJEK, yang bernama asli Muhammad Amrullah, mengawali kariernya di tahun 2007. Diawali dari sering mengikuti rap battle dan berhasil keluar sebagai juara, KOJEK pun semakin eksis di dunia musik rap. Ia mulai berkecimpung secara spesifik di aliran rap bernuansa Betawi berkat pesan dari almarhum sang ayah. Ketika itu, beliau berujar bahwa boleh saja KOJEK menyukai musik asing, tapi terlebih lagi ia harus cinta dengan budaya sendiri. Itulah asal mula tema rap Betawi yang diusung KOJEK, yang khas dengan akhiran huruf “E” di setiap liriknya. Perpaduan pantun Betawi dengan ritme dan musik hiphop bercampur gambang kromong menjadikannya sosok rapper yang unik di belantara musik Indonesia.

 Sarah Glandosch 2

SARAH GLANDOSCH – Ivy League Music | @sarahglandosch @ivyleaguemusic

Kecintaannya pada musik dan hasrat untuk selalu berbagi musik yang ia gemari tanpa diduga menjadikan Sarah Glandosch seorang promotor dan marketer musik yang layak diperhitungkan. Sarah mengawali kariernya di industri musik saat ia bergabung dengan divisi promosi Aksara Records (2007-2009). Selama dua tahun di Aksara Records, ia bertanggung jawab atas promosi album beberapa band kenamaan Indonesia seperti: The Brandals (Brandalism), White Shoes & the Couples Company (Skenario Masa Muda), SORE (Ports of Lima), dan Efek Rumah Kaca (Kamar Gelap). Pasca Aksara Records, Sarah juga masih mempromosikan beberapa artis secara independen. Hal inilah yang menuntun Sarah dan sang suami, Mondo Gascaro (produser musik, film scorer) untuk mendirikan Ivy League Music pada tahun 2011. Band Payung Teduh merupakan salah satu bukti kesuksesannya.

 

Iman Fattah

IMAN FATTAH – Sound designer & music producer | @Imanfattah

Berbasis di Jakarta, Iman Fattah melakoni kiprahnya sebagai seorang musisi, produser musik, komponis, sound designer, seniman instalasi dan multimedia performer. Iman telah berkecimpung di dunia musik rock dan eksperimental Indonesia sejak kurang-lebih 15 tahun yang lalu, sebagai gitaris di band-nya sendiri yaitu Zeke and the Popo dan RAKSASA. Ia pun aktif memproduksi musik untuk sejumlah film, pementasan teater dan iklan. Pada tahun 2010, Iman berkolaborasi dengan sutradara film kenamaan Joko Anwar sebagai sound designer di proyek pementasan teaternya bertajuk Onrop yang berhasil meraih sejumlah penghargaan. Iman juga berkecimpung aktif di IMPAct (Indonesia Motion Picture Audio Association) sebagai anggota.

Intan Anggita

INTAN ANGGITA PRATIWI – Music writer/activist, Sub-Store | @Badutromantis

Intan adalah sosok seorang perempuan muda yang aktif di gerakan sosial dan seni budaya Indonesia. Ia menjadi salah satu tokoh utama di balik kampanye #savelokananta, sebuah aksi pelestarian studio musik bersejarah yang berhasil menarik perhatian ribuan pengguna jejaring sosial. Keseharian sang “badut romantis” ini meliputi kesibukan sebagai konsultan konten jejaring sosial, mengembangkan menujutimur.com, serta mengurus toko musik dan seni bernama “Sub-Store” yang ia rintis bersama dua orang temannya di sebuah pasar di bilangan Jakarta Selatan. Ia bercita-cita agar Sub-Store dapat mematahkan stigma bahwa barang musik dan seni yang keren pasti tak terjangkau harganya. Tulisan Intan seputar musik dapat dinikmati di blog-nya, eargasmme.com.

Robin Malau

ROBIN MALAU – Musikator | @lowrobb

Karier Robin Malau di wiraswasta musik berawal dari jejaknya sebagai musisi profesional. Ketika itu band-nya berhasil meluncurkan album yang diproduksi, didistribusi dan didanai secara mandiri saat usianya baru menginjak 21 tahun. Setelah bermusik, Robin sempat menjajal dunia pendidikan, korporat hingga menjadi freelance consultant di sejumlah perusahaan. Sampai akhirnya Robin kembali ke dunia wirausaha lewat agensi Cerahati Digital Media. Di perusahaannya yang terakhir, ia mendirikan Musikator, sebuah agensi musik yang bercita-cita melambungkan musik indie Indonesia ke tingkat dunia. Saat ini Musikator memiliki perjanjian distribusi global dengan sejumlah brand internasional, seperti Spotify, MixRadio, Deezer dan Rdio. Pencapaiannya di bidang wiraswasta musik berhasil melahirkan sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan Top 10 British Council’s Young International Music Entrepreneur of the Year pada tahun 2006, 150 Lagu Terbaik Indonesia Sepanjang Masa versi majalah Rolling Stone Indonesia tahun 2009, dan British Council’s Young Creative Entrepreneur pada tahun 2014. Robin pun ditunjuk sebagai salah seorang Peninjau Pemetaan dan Perencanaan Pengembangan Industri Musik di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Anindyo-Herald

ANANDA SURYO ANINDYO & HERALD REYNALDO SINAGA – Sounds From The Corner | @SFTC_

Suryo menekuni bidang fotografi sejak bangku SMP dan memilih bidang foto panggung karena kecintaannya dengan musik. Ia mengawali kariernya di bidang ini dengan menjadi fotografer untuk beberapa band tanah air, antara lain SORE, Tika and the Dissidents, L’alphalpha, dan White Shoes & the Couples Company. Ia pun sempat menjadi manajer bagi band Dried Cassava. Pada tahun 2012, Dimas Wisnuwardono menggandeng Suryo untuk bersama-sama membangun Sounds From The Corner, di mana awalnya ia bertindak sebagai salah satu videographer. Kini, Suryo menjalankan peran sebagai produser bersama dengan Teguh Wicaksono. Pada Pecha Kucha Night Jakarta Vol.19, Suryo membawakan presentasi mengenai Sounds From The Corner bersama rekannya, Herald.

Rudy-Aldy

RUDYANTO & ALDY FAUZAL – BerisikRadio | @BerisikRadio

(N/A)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s