Pecha Kucha Jakarta Vol. 15: MELTING POT – Celebrating Diversity

Tadashi Ogawa

Dr. Tadashi Ogawa – The Japan Foundation

Dr. Tadashi Ogawa merupakan Director General Japan Foundation Jakarta dan Direktur Regional untuk Japan Foundation Asia Tenggara. Beliau lahir di Kobe dan menerima gelar sarjana di bidang pendidikan dari Universitas Waseda. Karirnya di Japan Foundation telah dimulai sejak 1982 hingga saat ini. Disamping bekerja di Japan Foundation, beliau juga pernah menjadi dosen beberapa universitas di Jepang. Ketertarikannya terhadap Indonesia telah dibuktikan oleh publikasi beliau pada acara Indonesia as Multi-Ethnic di tahun 1993.

Nima Dadbin

Nima Dadbin – International Committee of The Red Cross

Nima lahir di Iran pada tahun 1979 dari empat bersaudara dan memiliki seorang kakak. Ia mempelajari ilmu teknik sipil dan bekerja di bidang tersebut selama dua tahun sebelum akhirnya bergabung dengan Komite Palang Merah Internasional di tahun 2004. Tahun 2002, Nima ditugaskan ke Khartoum, Sudan, bersama tim ICRC selama satu tahun. Ia tiba di Jakarta pada bulan April dan akan menetap hingga akhir tahun ini, dan selanjutnya akan ditugaskan ke Liberia.

Caroline F Sunarko

Caroline Florasari Sunarko – Damn! I Love Indonesia

Caroline Florasari Sunarko, atau biasa di panggil Oline, merupakan salah satu pencinta budaya Indonesia. Sejalan dengan filosofi yang dipegang Daniel Mananata selaku CEO Damn! I Love Indonesia, Oline berkeinginan untuk menginspirasi generasi muda agar terus melestarikan budaya Indonesia melalui karya-karya bergenre pop urban. Saat ini, Oline bertindak sebagai direktur bisnis di damniloveindonesia.com dan juga dosen Desain Komunikasi Visual di beberapa universitas.

Edward Gunawan

 Edward Gunawan  –  Edward Gunawan Films

Edward adalah sutradara film kelahiran Indonesia keturunan Tionghoa. Setelah menjadi model iklan TV komersial dan internasional di Los Angeles, AS, Edward berlatih seni peran di teater East West Players. Debut profesionalnya di bidang teater adalah melalui karya berjudul The Joy Luck Club dan dikenal melalui debut karirnya sebagai Dr. Tom dalam film yang dibintangi beberapa artis ternama berjudul Arisan 2! yang di tulis dan disutradarai oleh Nia Dinata, salah satu insan ternama di perfilman Indonesia. Kecintaannya terhadap film juga telah membawanya memperoleh karir yang menjanjikan sebagai penulis naskah dan produser film. Filmnya telah mendapatkan penghargaan di beberapa festival film internasional seperti Laundromat, Red Umbrella (Payung Merah), Dino dan Children of Srikandi.

Matthew Mendelsohn

Matthew Mendelsohn  – Time International, Indonesia

Matthew Mendelsohn merupakan orang Kanada yang lahir di Toronto. Di umur 21 ia memutuskan untuk hijrah dari tempat dingin yang ditinggali penguin tersebut menuju tempat baru yang lebih menarik. Setelah mengikuti program perjalanan singkat di Asia Afrika melalui AIESEC – Canadian Government, ia berpikir Afrika bukan tempat yang cocok untuknya. Ia menghabiskan tahun terakhir sekolahnya untuk belajar ilmu Geografi di Universitas Western Ontario dan setelah berencana untuk pindah ke tempat yang lebih menantang di barat, terlintas daerah Asia Tenggara di benaknya. Akhirnya, setelah bekerja singkat di Taipei dan Hong Kong, ia mendapatkan kesempatan untuk melakukan backpacking di sekitar Asia Tenggara, menemui berbagai masalah dan ancaman yang hampir merenggut nyawanya namun ia masih mampu untuk menulis sebanyak seribu halaman dalam waktu 7 bulan. Matthew melanjutkan pendidikan S2 program Diploma dan Hukum Internasional dan pada akhirnya bekerja kontrak untuk US Foreign Commercial Service di Malaysia serta memulai bisnis Humas Pariwisata di Kuala Lumpur bernama Backpack Asia. Walaupun usaha tersebut gagal dan sempat tinggal di daerah Los Angeles, ia mendapat kesempatan untuk datang ke Indonesia, tempat yang sebelumnya telah ia tolak sebanyak 3 kali. Namun kali ini, menurutnya, kesempatan ini merupakan sebuah anugerah dari Tuhan.

Ishan Odelia

Ishan Odelia – Hulala Everyday Hawaiian Living Dance Studio

Ishan memulai perjalannya tari hula ketika masih menyelesaikan pendidikannya di Jepang. Awal mula perkenalannya dengan tari hula dimulai ketika berada di sebuah gereja di New Hope Tokyo. Gereja ini merupakan gereja yang menganut budaya Hawaii. Ia memulai karirnya dengan menghadiri kelas tari hula di luar gereja dan juga aktif sebagai anggota tetap tari hula di gereja. Di tahun 2012, Ishan membuat keputusan besar untuk mewujudkan mimpinya mendirikan studio tari bertema Hawaii di Jakarta bernama Hulala – Everyday Hawaiian Living. Hulala menjelma menjadi rumah tari hula di Jakarta. Awalnya Ishan mendirikan Hulala sebagai merk kostum yang digunakan selama ia mengajar. Lama-kelamaan usaha ini berkembang dan mulai merambah ke produk lainnya, termasuk sprei, selimut, pakaian casual bermotif tropis, dan produk-produk motif Hawaii lainnya. Ishan bercita-cita untuk menjadikan Hulala sebagai penyebar keindahan budaya tropis di negara ini.

Sebastiano Snider

Sebastiano Snider – Istituto Italiano di Cultura

Sebastiano Snider memperoleh gelar S2 dengan predikat Honours di jurusan Antropologi Budaya dan Etnologi dari Universitas Milano-Bicocca, Italia. Ia telah tinggal di Indonesia selama tiga tahun belakangan ini. Selama itu pula, ia pernah bekerja di Kedutaan Besar Italia, United Nations Information Centre, dan International Labour Organization. Saat ini, Sebastian bekerja sama dengan Istituto Italiano di Cultura, Jakarta.

Sony Jethnani

Sony Jethnani – InterNations Ambassador

Setelah lebih dari dua dekade berpengalaman di sektor hubungan masyarakat dan konsumen pemasaran, dikombinasikan dengan semangat pelatihan dan networking, pada tahun 2012, Sony membuat pelatihan networking untuk membantu orang yang ingin menemukan kesempatan bisnis melalui pengembangan kepribadian mereka serta kemampuan bisnis dan sosialnya. Sony dikenal sebagai Spesialis networking, berdasarkan pengalaman riil. Ia merupakan anggota and terlibat pada beberapa acara bulanan sebagai jasa penyelenggara acara dari dua kelompok networking: Britcham Professional Women Group & InterNations Jakarta Expatriate Social Networking group – dimana ia adalah duta dari jaringan tersebut. Bermodalkan semangat, pandangan serta pengalamannya di jaringan sosial dan bisnis, serta pengalaman di jasa penyelenggara acara, moderator dan pembawa acara untuk beberapa kelompok bisnis, Sony biasanya mengadakan seminar networking yang memberikan strategi mengenai bagaimana membuat dan mengembangkan kontak bisnis melalui networking. Selama lebih dari dua tahun, Sony menghadiri minimal tiga acara networking dalam seminggu.

Nadine Freischlad

Nadine Freischlad – Goethe Institut

Nadine Freischlad adalah seorang PR Coordinator di Goethe-Institut di Jakarta. Tugasnya adalah memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang dibutuhkan mengenai kegiatan Goethe-Institut di Indonesia. Wanita berdarah Jerman-Indonesia ini memiliki izin untuk tinggal di kedua negara untuk beberapa tahun. Ia lahir dan menetap di Indonesia hingga lulus SMA, lalu pindah ke Jerman untuk belajar Perencanaan dan Komunikasi Strategis di Universitas Berlin jurusan Kesenian. Nadine gemar akan cara-cara baru dalam menyajikan budaya dan seni ke dalam dunia digital. Ia pernah menjadi co-organizer PechaKucha Nights di Berlin pada tahun 2007-2009.

Florian Cornu

Florian Cornu – Flocations.com

Menganggap dirinya sebagai masyarakat global yang telah bepergian ke lebih dari 20 negara, Florian selalu berkeinginan untuk belajar dan menemukan hal baru. Setelah bepergian ke banyak negara dan didukung oleh latar belakang pendidikannya di bidang bisnis dan keuangan, ia terinspirasi untuk mendirikan Flocations. Saat ini ia memfokuskan diri untuk membangun dan menguatkan timnya di Flocations. Selain kesibukannya, Florian juga belajar memasak dengan metode modern, seperti sous-vide cooking, atau yang dikenal dengan scientific cooking.

Pete Klestove

 Pete Klestov – Jakarta Banteng Rugby Club 

Pete Klestov adalah warga berkebangsaan Australia yang menganggap dirinya sebagai ekspatriat baru di Jakarta. Selain aktif di Jakarta Banteng Rugby Club, saat ini ia juga menjadi Australian Youth Ambassadors for Development untuk olahraga Rugby. Sebelum tinggal di Indonesia, Pete bekerja di Brisbane City Council sebagai analis politik untuk pembangunan ekonomi.

Sacha Stevenson

Sacha Stevenson  – Actress, Comedian

Sacha adalah warga berkebangsaan Kanada yang telah tinggal di Indonesia selama 12 tahun. Ia dilahirkan oleh seorang ibu yang juga peneliti, pakar intelektual, dan profesor. Pada saat berusia 7 tahun, Sacha diprediksi sebagai seorang jenius dan ketika datang ke Indonesia, ia memutuskan untuk mempelajari Islam dan berhasil menghafal 6 Juz Al Quran. Pengalaman profesionalnya bervariasi mulai dari menjadi guru, pekerja di industri kesehatan dan keamanan Singapura, penyanyi bar, hingga menjadi pembawa acara bersama Komeng dan Adul di WaraWiri, sebuah program acara perjalanan di Trans 7. Saat ini, ia sedang membuat film dokumenter dengan temannya mengenai perjalanan dari Jawa ke Bali menggunakan sepatu roda. Selain itu, ia juga terkenal melalui rangkaian video komedi berjudul How to Act Like Indonesian di Youtube. Pada bulan Juni 2011, ia memenangkan penghargaan Opera Van Java, program komedi yang terkenal di Trans 7.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s