[Event Report] Pecha Kucha Night Vol. 26 | Life in Motion

“There’s no ultimate guide in vlogging” – Fathia Izzati

Pada tanggal 31 Agustus 2016 yang lalu, para pembuat konten video kreatif berbagi jurus jitu mereka pada Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26 bertajuk Life in Motion. Acara yang diadakan di kantor Bukalapak.com ini juga memecahkan rekor pengunjung dengan kehadiran sebanyak 200 orang. Ke-duabelas pembicara yang hadir pada saat itu membagikan berbagai jurus jitu untuk pembuatan Vine, web-series, Snapchat, vlog dan medium video lainnya.

Berikut adalah ringkasan dari presentasi di Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26

  • TB Putera, seorang award-winning Vine video creator, menceritakan tentang pengalamannya membuat vine video sehingga mengantarkan Armstrong Award. Menurut Tebe untuk menciptakan Vine video seseorang harus memiliki cerita untuk dibahas, dan imajinasi yang tinggi.
  • Nadia Hudyana, CEO dan Founder dari Kokiku.tv menjelaskan tentang trend video resep dan memasak yang semakin singkat. Selain itu Kokiku.TV juga memiliki sebuah web-series yang mengeksplorasi makanan kaki-lima di Jakarta.
  • Dennis Adishwara, CEO dan Founder dari Layaria menceritakan pengalaman pribadinya tentang pembuatan video serta trend konsumsi video di Indonesia. Selain itu Dennis juga mengatakan bahwa kunci dari membuat konten video adalah konsistensi, relevansi, audience-building dan kolaborasi.
  • Nico Alyus, CEO dan Founder dari Pidioo.com menceritakan tentang manageable chaos, bagaimana persaingan dapat mengantar pembuat konten video untuk menciptakan karya yang berbeda.
  • Selanjutnya Teguh Wicaksono dari Sounds From The Corner menceritakan pengalaman mereka untuk memberikan suguhan musik berkualitas. Baik dari musisi independen maupun mainstream.
  • Fathia Izzati yang dikenal sebagai Chia menjadi pembicara berikutnya dengan membicarakan apa mendorongnya dalam membuat vlog. Fathia juga membagikan beberapa tips untuk membuat vlog yang salah satunya adalah menjadi diri sendiri.
  • Bayu Syerli VP of Marketing Bukalapak.com menjadi pembicara selanjutnya. Bukalapak.com yang sudah terkenal dengan berbagai konten videonya menjelaskan tentang alasan kenapa mereka ingin dikenal sebagai perusahaan yang “unik” dan bagaimana itu mendatangkan keuntungan untuk mereka.
  • Rekhaza Panji dari Spindonesia menjadi pembicara berikutnya, dimana dia membicarakan penggunaan teknologi virtual reality di berbagai bidang seperti medical, real estate, pendidikan dan lain lain.
  • Takun Arrosid seorang filmmaker memberikan konsep baru dalam membuat vlog yaitu menggunakan aplikasi Snapchat. Beberapa alasan yang diberikan oleh Takun kenapa dia menggunakan Snapchat adalah karena ia merasa Snapchat lebih produktif dan ia langsung dapat berkomunikasi dengan audiensnya.
  • Muhammad Islam Alwi, founder dari GPROID menjelaskan tentang penggunaan action cam Go Pro dalam membuat konten video. Beberapa video yang dihasilkannya dapat diambil di dalam air, atau sembari menaiki paralayang. Ia merasa Go Pro adalah perangkat yang sangat fleksible baik dalam mengambil gambar atau video karena dapat digabungkan dengan perangkat lain.
  • Ayla Dimitri, seorang content creator dan fashion stylist menceritakan inspirasinya dalam membuat vlog. Apa saja konten yang diciptakan dan beberapa figur yang menjadi inspirasinya dalam menciptakan vlognya.
  • Pembicara terakhir, Arie Je berbagi kisah yang mendorong semua orang untuk melakukan vlogging, karena menurutnya vlog bisa dilakukan siapa saja baik pengamen sampai dengan anak presiden.

Berikut adalah sedikit dokumentasi dari Pecha Kucha Night Jakarta Vol. 26, lebih lengkapnya foto dokumentasi tersebut dapat diakses di laman Facebook kami di sini.

This slideshow requires JavaScript.

Terima kasih kami ucapkan kepada para presenter dan hadirin yang sudah hadir di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.26: Life in Motion.

Terima kasih atas dukungan Bukalapak.com sebagai official venue partner Pecha Kucha Night Jakarta Vol.26. OPPO Camera Phone sebagai official merchandise partner dan PIXLY Photobooth sebagai official photobooth partner

Tidak ingin tertinggal event Pecha Kucha Night Jakarta berikutnya? Ikuti terus kabar terbarunya di akun Twitter @pechakuchajkt.

Sampai jumpa di edisi Pecha Kucha yang akan datang!

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22 Globetrotter

‘Traveling is the only thing you buy that makes you richer’

Kutipan tersebut cukup menggambarkan ‘kekayaan’ dalam kisah-kisah 10 pembicara di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22, Kamis (4/6) lalu. Banyak pendekatan menarik dari kegiatan traveling yang dapat menginspirasi para penggiat Pecha Kucha untuk terus memberikan makna lebih di setiap perjalanan yang akan dilakukan.

Traveling bisa menjadi sarana dalam membangun jaringan dan bertemu dengan teman-teman baru dari seluruh dunia, seperti halnya Arian Arifin yang gemar bersosialisasi dengan para musisi sambil bertukar referensi musik selagi ia mengejar konser musik di berbagai belahan dunia, ataupun pengalaman Zulfikar Fahd yang memperoleh banyak teman baru di setiap solo traveling nya, dengan bantuan aplikasi pihak ketiga seperti Couchsurfing serta Blablacar.
Berlibur sambil menghasilkan, kenapa tidak? Ada Kenny Santana yang berhasil membangun akun kurasi travel asuhannya, @KartuPos, menjadi mata pencahariannya; serta Lynda Bungasalu dengan berbagai pengalaman kerjanya di Australia selama mengambil Work Holiday Visa (WHV).
Inspirasi untuk memberi pendekatan lain pada kegiatan traveling juga dikisahkan
Nuri Arunbiarti yang menjadi seorang relawan di Nepal bulan April lalu, serta Dini Hajarrahmah, yang memberdayakan masyarakat lokal dalam bidang pariwisata melalui organisasi yang dibentuknya, Wanderlust Indonesia. Wanderlust Indonesia percaya bahwa masyarakat lokal harus mampu menjadi aktor utama dengan pembekalan keterampilan yang mumpuni.

Tidak hanya berdampak bagi sekitar, sebuah perjalanan juga mampu mengajak kita untuk menelusuri refleksi diri sebagaimana yang diceritakan Astrid Reza dalam kisah hidupnya sebagai nomaden. Berbagai tips menyiasati perjalanan wisata bersama keluarga dari pasangan Tesya Sophianti dan Rene Jayaprana; berpetualang dengan sepeda motor ala Rijal Fahmi Mohamadi serta tips menangkap momen lewat video dari Giri Prasetyo tentunya juga melengkapi keriaan para traveler yang hadir di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22.

Berikut rangkuman dokumentasi yang berhasil kami abadikan di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.22: Globetrotter
Continue reading

[EVENT REPORT]: Pecha Kucha Night Jakarta Vol.21: All Things Family

“Pernahkah terpikir sebelumnya bagaimana rasanya memiliki empat orang anak, sulung semuanya?” – Liza Marielly Djaprie, Psikolog

Setiap keluarga memiliki ceritanya masing-masing dan seiring berkembangnya zaman, nilai-nilai keluarga pun semakin berkembang. Dengan demikian, kemampuan keluarga untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut dengan tetap mengedepankan ikatan kasih sayang menjadi amat penting. Ragam perwujudan ikatan kasih sayang dalam keluarga inilah yang berhasil kami angkat di Volume ke-21 Pecha Kucha Night Jakarta. Pecha Kucha edisi kali ini berhasil mengundang 11 pembicara dengan ragam cerita yang unik, mulai dari Andica Haradi, seorang produser di salah satu stasiun TV swasta yang membagikan pengalamannya menikah muda di umur 23 tahun, ada juga cerita dari Swastika Nohara, seorang penulis naskah yang telah merantau di Jakarta dari Papua sejak usia 11 tahun. Swastika mengajak hadirin bernostalgia akan minimnya teknologi pada masa itu ketika ia bercerita bagaimana ia menjaga komunikasi dengan keluarga melalui surat, wartel, dan wesel. Lain lagi dengan Hannah Al Rashid, seorang aktris berdarah campuran Bugis-Perancis yang sangat bangga dengan budayanya. Hannah mengalami masa pencarian jati diri sebagai anak blasteran, kemudian menemukan titik cerah saat ia berkenalan dengan karya-karya Pramoedya Ananta Toer, penulis senior Indonesia yang kemudian menjadi favoritnya. Continue reading

Rupa-Rupa Keluarga di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.21 ALL THINGS FAMILY

Pecha Kucha Night Jakarta kembali hadir! Selama empat tahun perjalanan Pecha Kucha Night Jakarta, berbagai tema seputar kreativitas telah diangkat menjadi topik. Mulai dari Visualize Jakarta, Creative Education, Museum Magnified, Potluck: All About Culinary hingga Fashion Nation di penghujung tahun lalu, di mana para pembicara berbagi kisah di balik layar industri dan bidangnya masing-masing. Adapun sebagai pembuka di tahun ini, Pecha Kucha Night Jakarta mengangkat topik ikatan kasih sayang dalam keluarga dengan menghadirkan tema All Things Family.

Keluarga sebagai lingkaran sosial yang paling kecil merupakan hulu dan fondasi awal dari perwujudan kasih sayang, keterbukaan, dan terbentuknya karakter seseorang. Seiring perkembangan zaman, nilai-nilai keluarga pun semakin berkembang. Dengan demikian, kemampuan keluarga untuk beradaptasi dengan perkembangan tersebut dengan tetap mengedepankan ikatan kasih sayang menjadi amat penting. Ragam perwujudan ikatan kasih sayang dalam keluarga inilah yang ingin kami angkat di Volume ke-21 Pecha Kucha Night Jakarta.

Di Pecha Kucha Jakarta, setiap pembicara akan menuangkan idenya melalui 20 slide gambar menarik dengan waktu penyampaian dibatasi hanya 20 detik per slide. Dengan demikian, setiap pembicara memiliki waktu 6 menit 40 detik untuk menyampaikan materi presentasi yang singkat, padat, dan tentunya tidak membosankan.

Continue reading

Video Presentasi Pecha Kucha Night Jakarta Vol.20 FASHION NATION

Hi Pecha Kuchers!

Kini kamu bisa mengakses 11 video presentasi para penggiat fashion yang telah berbagi pengalaman dan ilmunya di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.20 FASHION NATION beberapa waktu lalu. Siapa speaker favoritmu di edisi ini? Silakan tinggalkan opinimu di kolom komen ya 🙂

[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.20 FASHION NATION

“Fashion bukan selalu yang kurus, bukan juga selalu yang mahal. Fashion itu yang Cocok!”

Begitulah ujar Uchiet, sapaan akrab dari Ucita Pohan yang dikenal sebagai seorang penyiar di salah satu radio kenamaan Jakarta yang merangkap sebagai plus size designer di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.20 yang bertajuk FASHION NATION Jumat, 12 Desember 2014 lalu. Acara yang dihadiri lebih dari 200 penggemar Pecha Kucha dan penikmat fesyen ibukota ini mengundang 11 pembicara dari berbagai bidang mulai dari desainer sepatu, dosen fashion design, hingga konsultan fesyen untuk menilik lebih dalam mengenai dunia fesyen yang biasanya identik dengan gemerlap gaya hidup yang glamor.

Banyak hal menarik tentang fesyen yang dapat ditelisik dalam Pecha Kucha edisi kali ini. Contohnya, MKLAV Fashion Incubator membahas kegiatan yang berkaitan dengan fashion dan pendidikan dengan menjalankan program-program seperti kursus, lokakarya, bimbingan dan konsultasi fesyen. Ada juga cerita dari Sylvester Suwandi, pemenang Go Ahead Challenge 2014 yang berkesempatan mencicipi gegap gempitanya Paris Fashion Week tahun ini bersama desainer kenamaan Indonesia, Tex Saverio. Sedang untuk Khairyyah Sari, seorang traveler dan style consultant membagikan tips untuk selalu modis dan photo-ready saat berpergian dan mengunjungi ikon-ikon di berbagai belahan dunia. Herdiana Surachman dari Deluxshionist.com membagikan pengalamannya sebagai seorang fashion blogger. Jenahara Nasution, seorang perancang busana muslim menceritakan visinya untuk membuat fesyen muslim dapat tetap modis serta mengikuti tren yang ada.

Berikut rangkuman dokumentasi yang berhasil diabadikan dari Pecha Kucha Night Jakarta Vol.20:

IMG_0022
Continue reading