Ringan dan Relevan: Konten Kesukaan Orang Indonesia

Apa resep membuat konten digital yang disukai orang Indonesia? Bagaimana caranya agar sebuah konten viral?

“Ketika membuat konten, ide-ide yang berhubungan dengan kejadian sehari-hari dan budaya itu pasti diingat dan viral,” ujar sutradara Dimas Djay, salah satu pembicara PechaKucha Night Jakarta vol.31 “Like This: The Rise of Content Creators”, pada 17 Oktober 2017.

Pembicara lain, komikus strip Masdimboy, mengaku lebih suka mengangkat cerita-cerita galau atau merespons kejadian yang sedang populer dikemas secara nyeleneh. Pengunjung pada malam itu tertawa dengan lepas ketika mereka menemukan diri mereka pada contoh-contoh konten Masdimboy yang dipresentasikan pada malam itu, mulai dari komik tentang patah hati, permainan kata, hingga video yang mengandung candaan ringan atau “receh”.

Andira dan Kalula, pembicara berikutnya, punya kiat lain. Menurut keduanya, pembuat konten harus konsisten berkarya tanpa meninggalkan jati diri. Sedangkan Emte, illustrator yang juga pembicara malam itu, mengaku tidak masalah jika harus membuat karya berdasarkan permintaan klien, namun ia memiliki ruang sendiri untuk memenuhi idealismenya.

Begitulah kiat-kiat yang disarikan dari materi yang dibagikan oleh para konten creator yang menjadi pembicara pada PechaKucha Night Jakarta vol.31 “Like This: The Rise of Content Creators” yang digelar di coworking space EV Hive Menteng, Jakarta Pusat.

Apa yang dikatakan oleh para pembicara malam itu membuktikan bahwa pengguna media sosial di Indonesia memang senang dengan konten ringan dan lebih suka lagi membagikan konten-konten tersebut di media sosial. Sebagai contoh, pembuat meme digital, @Imandita, pernah memodifikasi foto Presiden Joko Widodo di atas kapal Natuna menjadi poster film. Meme ini viral di media sosial hanya dalam tempo 24 jam.

Dengan besarnya potensi para pembuat konten digital membuat karya yang disukai khalayak itu, perwakilan dari platform konten, Andi Martin dari Kratoon dan Ghina Fianny dari LINE WEBTOON, menilai penting adanya wadah untuk mereka. Kratoon didirikan oleh Martin untuk memberikan kesempatan para pembuat konten melebarkan sayapnya ke ranah lain, seperti membuat merchandise. Sedangkan LINE WEBTOON membiasakan para pembuat komik untuk disiplin memenuhi permintaan pembaca melalui cerita baru setiap minggunya.

Sesi presentasi malam itu dilanjutkan dengan sesi diskusi. Salah seorang pengunjung bertanya bagaimana para pembicara melihat potensi mereka 10 tahun mendatang. Andira memberi contoh seorang artis Vine, TB Putera yang terpaksa berhenti membuat konten khas enam detiknya. Namun ia tidak meninggalkan ciri khasnya, ini berarti kita tidak bisa memperkirakan berapa banyak media sosial yang muncul atau mati nantinya, yang tidak akan hilang adalah ide-ide yang bisa diterima oleh publik.

Acara PechaKucha Night Jakarta Vol 31 sukses terselenggara dengan sambutan hangat dari pengunjung dan mereka yang memantau sosial media. Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih atas dukungan EV Hive selaku official venue dan Lawless Burger Bar selaku F&B partner.

Bagi Anda yang tidak sempat hadir pada malam itu, berikut adalah link untuk mengakses presentasi-presentasi pada malam itu.

 

Advertisements

The Rise of Content Creators – PechaKucha Night Jakarta Vol. 31

Poster2 tanpa nama small

Saat menghadiri peringatan Hari Anak Nasional 23 Juli 2017, Presiden Joko Widodo bertanya soal cita-cita pada seorang anak berusia 6 tahun yang dijawab spontan, “Jadi YouTuber, Pak.”

Presiden lalu bertanya lagi, apa alasan anak itu ingin menjadi YouTuber. “Jadi YouTuber itu kalau banyak subscriber-nya, bisa menghasilkan uang,” jawab anak itu yang disambut tawa penonton.

YouTuber adalah sebutan untuk mereka yang membuat dan mengunggah konten video di YouTube. Meski jumlah pengguna aktif YouTube di Indonesia–menurut Google–mencapai sekitar 50 juta orang, tidak diketahui persis berapa jumlah YouTuber di Indonesia.

YouTubers di Indonesia berasal dari berbagai kalangan, mulai dari orang biasa, artis, anak presiden, hingga presiden. Beberapa YouTuber memiliki penghasilan rata-rata puluhan juta rupiah per bulan. Menurut Kompas.com, YouTuber Bayu Skak yang memiliki 1 juta pelanggan, diperkirakan memiliki penghasilan US$ 2,000 atau sekitar Rp26 juta per bulan. Penghasilan yang besar ini membuat banyak anak bercita-cita menjadi YouTuber, seperti anak yang ditanya Jokowi itu.

Bukan hanya menjadi YouTuber yang menjadi cita-cita anak Indonesia. Produsen konten media sosial lain, seperti blogger dan Instagramer, juga merupakan sesuatu yang diidam-idamkan dan diidolakan.

Bagaimana resep menjadi produsen konten yang sukses? Bagaimana membuat konten yang disukai? Untuk membahas tentang kiprah para produsen konten ini, kami mengundang para PechaKuchers hadir di PechaKucha Night Jakarta Vol. 31 “Like This: The Rise of Content Creator” yang akan diadakan pada:

  • Hari dan Tanggal: Selasa, 17 Oktober 2017
  • Tempat : EV Hive D.Lab Menteng– Jalan Riau No.1, Menteng, RT 9 / RW 5, Gondangdia, Berlokasi di belakang Sinarmas Land Plaza, Halte Transjakarta terdekat dengan lokasi adalah Sarinah (silakan mengacu ke peta di bawah ini)
  • Waktu: 18:00 WIB – selesai

IG 1

Kami harapkan PechaKucha kali ini dapat menggugah kreativitas PechaKuchers, mendapatkan gambaran untuk membuat konten yang menarik, dan memberikan ruang untuk bertanya langsung dengan para pembuat konten dan perwakilan dari para penyedia layanan media sosial. Kami juga berharap PechaKucha kali ini dapat menjadi ruang berjejaring bagi para PechaKuchers semua.

Untuk RSVP silakan mengisi tautan ini: http://bit.ly/pknj31

PechaKucha Night Jakarta kali ini didukung oleh EV Hive Jakarta dan Lawless Burgerbar

Acara ini GRATIS dan terbuka untuk umum. Untuk RSVP, Anda bisa melakukannya di tautan ini. Follow Twitter @pechakuchajkt atau bergabung dengan  Facebook Group PechaKucha Jakarta untuk info terbaru!