[EVENT REPORT] Pecha Kucha Night Jakarta Vol.19 MIXTAPE

Pergeseran teknologi di industri musik menyebabkan perubahan besar-besaran di proses penciptaan/reproduksi, pemasaran hingga cara orang menikmati musik. Kurang lebih hal tersebut yang diangkat Robin Malau, peraih Young International Music Entrepreneur dari British Council tahun 2006, di Pecha Kucha Night Jakarta Vol.19 MIXTAPE, Selasa (23/9) lalu. Tidak hanya Robin, para pembicara lainnya adalah sosok-sosok penggiat musik yang juga menyadari bahwa diperlukan proses adaptasi sekreatif mungkin dalam melakukan pendekatan baru di industri musik. Duo Rudyanto dan Aldy Fauzal, misalnya, membentuk platform online radio dengan semangat grassroot atas ketidakpuasan mereka berdua terhadap media musik yang ada. Dwika Putra memfasilitasi para musisi akustik yang membutuhkan panggung lewat komunitas AkustikAsik. Iman Fattah, seorang sound designer, memaparkan pentingnya mengenal perbedaan makna ‘Listen‘ dan ‘Hear‘. Intan Anggita mengejar passion-nya di dunia musik menggunakan media sosial serta berhasil menghidupkan suasana lantai atas Pasar Santa yang sudah bertahun-tahun mati suri lewat toko vinyl-nya, Sub-Store. “Ketergerakan organik tidak memiliki pola khusus selain semangat yang tulus,” ujar Intan dalam salah satu slide presentasinya.
Indra Aziz, pelatih vokal profesional yang reputasinya sudah tidak diragukan lagi, menggugah para penonton yang hadir malam itu dengan mengajak mereka bernyanyi dengan iringan teknik beatbox.

Berikut rangkuman dokumentasi yang berhasil diabadikan dari Pecha Kucha Night Jakarta Vol.19:

Continue reading

Advertisements

Mengulik Musik di Pecha Kucha Night Vol.19 MIXTAPE: Shuffling Creativity with Music

Indonesia adalah negara di mana musik mengakar dengan kuat dan sudah terbukti lewat talenta musik yang berlimpah. Selain membangun fondasi seni dan budaya, Indonesia memiliki potensi pasar yang besar untuk industri musik, tidak hanya di pasar lokal namun hingga ke tingkat regional. Kemelut ekosistem industri musik Indonesia serta pesatnya perkembangan teknologi yang mengubah wajah industri musik secara global tidak mematahkan semangat roda pergerakan musik lokal untuk terus bergulir. Hal ini terbukti dengan lahirnya berbagai inisiatif, kontribusi dan kreativitas yang mengekspresikan kecintaan terhadap musik, baik yang dilakukan secara individu maupun kolektif. Edisi khusus musik di Pecha Kucha Night Jakarta kali ini akan menampilkan semangat para penggiat musik dari berbagai perspektif baik itu dari pelaku seni, pengamat industri, edukator, serta unsur pendukung seperti manajemen, label, radio, hingga penggemar; yang diharapkan akan menginspirasi masyarakat untuk membangun interaksi dan turut berkontribusi dalam memajukan industri musik lokal. PK Vol 19 MIXTAPE poster

List of Speakers:
1. Rudyanto & Aldy Fauzal – (Berisik Radio)
2. Yulius Iskandar (Bottlesmoker Manager)
3. Anitha Silvia (Indonesian Netlabel Union)
4. Indra Aziz (VokalPlus)
5. Dwika Putra (AkustikAsik)
6. Ananda Suryo & Herald Reynaldo (Sounds From the Corner)
7. Sarah Glandosch (IVY League Music)
8. Hendry Halim (GitarisINA community)
9. Iman Fattah (Sound Designer & Music Producer)
10. Intan Anggita (Music Writer/Activist, Sub-Store owner)
11. Robin Malau (Musikator)
12. Muhammad Amrullah (KojekRapBetawi)

Selasa, 23 September 2014 | 7.00-9.30 PM
Es Teler 77 Adityawarman
Jl. Aditywarman No. 61, Jakarta Selatan
GRATIS dan terbuka untuk umum

Follow @pechakuchajkt untuk info terbaru!