Pecha Kucha Jakarta Vol. 11: Artfully Yours

Cukup dengan alat musik tamborin dan organ yang dikombinasikan dengan efek elektronik dari laptop-nya, penampilan Iwanouz – sang musisi asal Papua langsung menyita perhatian para Pecha Kuchers yang hadir di Pecha Kucha Jakarta vol. 11 pada hari Kamis malam (10/5) di atrium fX lifestyle X’nter.

Dengan tema Artfully Yours, Pecha Kucha Jakarta yang kali ini berkolaborasi dengan Nirmana Award berhasil menghadirkan 14 pembicara dari berbagai bidang industri kreatif, yakni Yasser Rizki (Typography), Aprianto Pinarso (Nirmana Award), Enrico Halim (Patungan.net), Ari Ekotama (Kopikeliling), Beng Rahardian (Akademi Samali), Haryadhi (Design and 2D Animation), Aria Rajasa (Gantibaju.com), Andi Rharharha (Street Art), Ziad Sofyan (Design in Movie), Firman Machda (Motion by Design 3D), Chris Lie (Caravan Studio), Wedha (WPAP), Rizki Ramadhan (Card-to-Post), dan Darbotz (Street Artist Graffiti). Melalui berbagai sudut pandang mereka akan seni, baik yang tradisional, maupun digital, mereka telah menginspirasi para Pecha Kuchers yang hadir malam itu.

Haryadhi berbicara mengenai kisah perjalananya dalam mengeksplorasi dunia seni. “Saya awalnya adalah tanah liat, yang lembek dan nggak jelas bentuknya,” ujar Haryadhi. Banyak orang yang meremehkannya, namun dengan berbagai bentuk pembuktian dan prestasi, Haryadhi membuktikan bahwa ia mampu unjuk gigi dalam dunia seni di Indonesia, khususnya di bidang animasi 2D. 

Usai terinspirasi oleh perjalanan Haryadhi dalam industri kreatif, lalu giliran Aria Rajasa, sang pendiri Gantibaju.com yang angkat suara. Clothing line kreatif ini diharapkan dapat menjadi wadah para desainer berbakat asal Indonesia untuk menunjukan karyanya sekaligus meningkatkan reputasi mereka sebagai desainer berbakat. Terbukti, sebanyak 28,747 desainer telah mengirimkan karyanya. Wow! jumlah yang cukup mencengangkan ya!

Pembicara lainnya yang disambut meriah oleh para Pecha Kuchers adalah Ziad Sofyan, atau yang akrab disapa Emenk. Sebagai logo designer, ia mengungkapkan bahwa. desain suatu logo sangatlah penting dalam merepresentasikan identitas suatu brand. Lalu, dari manakah dia mendapat inspirasi? “Film,” pungkasnya. Kecintaannya terhadap film dari berbagai genre mampu memberikannya inspirasi yang begitu mendalam hingga begitu banyak klien yang tertarik untuk bekerjasama dengannya, baik dari dalam maupun luar negeri.

Yang paling ditunggu-tunggu, tidak lain adalah Wedha Abdul Rasyid dengan karya uniknya yang dijuluki WPAP. Dengan teknik penggunaan color blocking dan Pop Art, pria kelahiran tahun 1950 ini sangat menarik perhatian para Pecha Kuchers dan pembicara lainnya. “Seni harus terus maju, tidak boleh terjebak dalam ketradisionalan. Tidak hanya wayang yang dapat dikatakan Indonesia banget, kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru yang nantinya dapat dikatakan asli Indonesia juga.” Begitulah pesan dari Wedha, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton yang begitu mengaguminya.

Empat belas pembicara dengan materi yang menarik dan edukatif, tentunya kembali membuktikan bahwa begitu banyak generasi muda Indonesia yang berbakat. Pecha Kucha Jakarta berharap agar semakin banyak generasi muda Indonesia yang terinspirasi dari acara ini dan dapat membuktikan hasil karyanya di kancah nasional maupun internasional.

Keep on inspiring people, dan sampai jumpa di Pecha Kucha Jakarta berikutnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s