Pecha Kucha Jakarta vol. 10: Visualize Jakarta

“Saya orang Indonesia. Kemanapun saya pergi, saya akan membawa jati diri saya sebagai orang Indonesia,” ujar Anton Ismael dari Third Eye Studio, yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para penonton. Ungkapan singkat ini mampu mengispirasi para Pecha Kuchers yang hadir untuk selalu bangga menjadi orang Indonesia dimanapun kita berada.

Membuka tahun 2012, Pecha Kucha Jakarta vol.10 diselenggarakan pada hari Rabu malam (18/1) dan diramaikan oleh 14 pembicara eklektik yang siap menginspirasi para hadirin. Ary M. Wibowo mengawali Malam Pecha Kucha Jakarta dengan presentasinya mengenai proses pembangunan Rumah Kreatif oleh 8 anak jalanan.  Pembangunan Rumah Kreatif tersebut menggambarkan semangat Ary dalam membimbing dan menggali potensi anak jalanan, sekaligus meyakinkan para Pecha Kuchers bahwa tidak ada hal yang mustahil bagi para pemuda Indonesia.

Kedua belas pembicara lainnya juga membawakan topik yang tidak kalah menarik, mulai dari dunia ilustrasi, seni gerak, desain visual, hingga stand-up comedy. Dengan presentasi singkat 20×20 ala Pecha Kucha, para pembicara sukses menarik perhatian lebih dari 200 tamu yang memadati Restoran Es Teler 77 untuk tetap menyimak dan tinggal hingga akhir acara. Kedua belas pembicara yang turut memberikan inspirasi pada malam itu adalah Meizan Nataadiningrat (Keuken Bandung), Toni Wahid (Food Photography), Ndoro Kakung (Instagram), Nuri Arunbiarti (DeviantArt), Bayu D. M. Kusuma (National Geographic Indonesia), Isha Hening (Visual Jockey), John Tefon (Digital Imaging), Lala Bohang (Illustration Art), Daniel Giovanni (Parkour Jakarta), Yahsa Chatab (Indo Runners), Eric Wirjanata (Toys), dan Soleh Solihun (Stand Up Comedy).

Daniel Giovanni yang berbicara mengenai seni gerak Parkour merupakan salah satu pembicara yang mendapat sambutan hangat dari para penonton. Daniel menjelaskan bahwa Parkour bukanlah dilakukan untuk berkompetisi atau sekedar pamer, namun bertujuan untuk melatih refleks manusia melalui gerakan-gerakan dasarnya yang sederhana namun repetitive. Tidak hanya itu, Parkour ternyata juga bermanfaat untuk mengetahui batas mental dan fisik masing-masing individu.

Pembicara lain yang mencuri perhatian pada Malam Pecha Kucha kemarin adalah Wicaksono atau yang lebih dikenal dengan nama Ndoro Kakung. Berbeda dengan pembicara lain, Ndoro naik ke atas panggung untuk membuka dan menutup presentasi 20x20nya.  “Seperti yang diketahui oleh kita semua, foto itu bahasa visual, oleh karena itu, biarlah gambar-gambar ini yang berbicara langsung kepada Anda semua,” ujarnya.

Setelah terinspirasi oleh serangkaian presentasi yang menyuguhkan banyak informasi baru, Pecha Kuchers dihibur oleh presentasi mengenai stand-up comedy yang dibawakan oleh Soleh Solihun. Aksi panggung dan lelucon-lelucon Soleh pun disambut oleh riuh tawa penonton. Presentasi ini sekaligus menutup Pecha Kucha Jakarta vol. 10 ini.

 Penampilan keempat belas pembicara tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak insan kreatif yang mampu menginspirasi generasi muda bangsa Indonesia untuk berkarya dengan lebih lagi. Sesuai dengan tujuan Pecha Kucha, acara ini diharapkan dapat terus memberikan inspirasi bagi banyak orang.

Sampai jumpa di Pecha Kucha Jakarta selanjutnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s